SEJARAH BATU RUSIA DI DESA SEPEMPANG,NATUNA

Batu Rusia merupakan salah satu peninggalan bersejarah yang dimiliki Kabupaten Natuna. Peninggalan sejarah ini (Batu Rusia) terletak di pinggiran jalan menuju Desa Sepempang, kurang lebih tiga kilo meter dari Kota Ranai. Atau 15 menit jika ditempuh dengan sepeda motor atau mobil. Tepatnya berada di Dusun Beringin Jaya, Desa Sepempang, Kecamatan Bunguran Timur.

Keberadaan Batu Rusia mencatat bukti sejarah tentang orang-orang Rusia yang pernah ada di wilayah itu beberapa tahun silam. Kabarnya, sekoci orang-orang Rusia terdampar di sana karena kapalnya menabrak karang di laut Natuna, setelah dihajar ombak besar. Untuk menandai keberadaannya, mereka mencorat-coret, membuat tulisan semacam grafiti di atas batu tersebut.

Cerita yang beredar dikalangan masyarakat Natuna, Batu Rusia bermula pada saat terjadi peristiwa pecahnya kapal milik Rusia yang kandas di depan Pulau Senoa, Desa Sepempang. Kapal Rusia tersebut memuat 40 orang penumpang, termasuk tiga perempuan. Setelah terombang-ambing dan berjuang ke luar dari kapal yang tenggelam itu, mereka akhirnya selamat dan berhasil mendarat di Desa Sepempang, yang tidak jauh dari Pulau Senoa.

Kemudian, mereka berduyun-duyun menuju ke kota Ranai untuk meminta bantuan tokoh masyarakat setempat bernama Tok Kaya A Rasid. Karena kebetulan saat itu Ranai tengah panen padi, maka segala kebutuhan makanan orang-orang Rusia itu dijamin oleh Tok Kaya A Rasid.

Sebelum kembali ke tanah airnya, orang-orang Rusia tersebut menyempatkan diri menulis kata-kata di Batu menggunakan belati mereka.

Beberapa kata yang terukir oleh mereka di batu itu diantaranya adalah kalimat berbahasa Indonesia “Selamat Tinggal” serta gambar dan lambang “USSR” dalam ukuran yang cukup besar. Terdapat juga tulisan berbahasa Rusia “bre-che” yang bermakna cukur janggut, “zambiar” yang berarti ular serta “kuku-rasa” yang artinya gandum. Tulisan-tulisan itu hingga kini masih bisa ditemukan di Batu Rusia, meski sebagian sudah terlihat kabur.

Bentuk batunya sendiri mirip seperti buritan kapal tangker yang membelakangi pantai. Sekarang di kelilingi oleh pagar besi bulat stainless antikarat. Diapit oleh batu-batu besar lain yang berbentuk unik, cukup membuat penasaran kita untuk mendekati dan memanjatnya, karena di atas batu-batu itu juga ditumbuhi pepohonan liar dengan akarnya yang berjuntaian hingga ke bawah. Sangat artistik dan unik untuk dijadikan objek foto.

Dari pantauan media ini, objek wisata yang begitu indah sekaligus peninggalan sejarah yang wajib dilindungi oleh pemerintah, kini tidak luput seperti tidak terurus. Salah satunya adalah rusaknya plang situs cagar budaya Batu Rusia.

Selain tidak dirawat rutin dengan baik, plang situs budaya pun terlihat rusak.

“Ini seperti dilempar orang dan hancur. Kasihan juga situs ini, sudah dipugar tapi tak diperhatikan, dibiarkan ilalang tumbuh, bahkan plangnya sudah dirusak orang,” kata Doni, warga Ranai yang berkunjung ke Batu Rusia. (sumber : http://sijorikepri.com/batu-rusia-ada-natuna-sejarahnya/ )

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *